4/29/2009

Tutorial Apache PHP MySql

Instalasi Apache PHP MySql Server untuk Windows dengan XAMPP

  1. Download Xampp Installer (30MB)
  2. Setelah selesai anda akan mendapatkan file Executable : xampp-win32-1.6.0a-installer.exe
  3. Klik dobel file ini untuk menjalankan instalasi
  4. Akan muncul permintaan pemilihan bahasa –> pilih: English (kecuali anda biasa dng Japan atau deutch)
  5. Klik OK, akan muncul window “welcome to the xamPp 1.06a Setup Wizard”, klik Next
  6. Muncul window “Choose Install Location” –>, pilih direktori tujuan, Defaultnya adalah : C:\Program Files
  7. Klik Nex, muncul window “XAMPP OPTION”, pada SERVICE SECTION:
    Jika windows anda NT, 2000,XP, centang Apache, MySQL, dan Filezilla sebagai Service
  8. Klik Install
  9. Muncul Windows “Installing”,…. tunggu sampai selesai
  10. Klik finish
  11. Muncul window “congrratulations! the Installation was succesfull. Start xampp control Panel?’
  12. Klik Yes untuk men-start XAMPP Control Panel
  13. Perhatikan Windows Control Panel:
  14. Ada tombol start dan Stop untuk Apache, MySql, FileZilla dan Mercury.
  15. Pastikan Apache dan MySQL sudah Running
  16. Selesai Instalasi

Pengecekan Instalasi.

  1. Hasil file Instalasi anda terdapat pada folder yang anda pilih
    Contoh: pada saat instalasi anda memilih folder C:\Program Files, maka hal-hal yang perlu anda ketahui adalah:
    Xampp Control Panel berada di c:\Program Files\Xampp\xampp-control.exe
    Root directory anda berada di c:\Program Files\xampp\htdocs
  2. Pengecekan Server (1) :
    1. Buka Browser anda (mis. IE atau FireFox)
    2. Ketikkan : http://localhost
    3. Bila Server sudah Running maka akan muncul halaman: XAMPP for windows
  3. Pengecekan Server (2):
    Buat di Notepad :

    print “Hello World”;
    phpinfo();
    ?>
    Simpan ke c:\Program Files\xampp\htdocs\HelloWorld.php

    pada browser ketikkan : http://localhost/HelloWorld.php
    Apabila instalasi berhasil, maka pada Browser akan muncul tulisan Hello World dan PHPINFO

  4. Untuk mengubah konfigurasi Server, lokasi PHP.INI terdapat di c:\Program Files\XAMPP\APACHE\BIN\PHP.INI
  5. Semoga bermanfaat

Instalasi Apache PHP MySql Server untuk Linux dengan XAMPP

1. Download Xampp for Linux, berbentuk TAR, simpan misal di /home/Download, DOWNLOAD XAMPP (51MB)

2. Misal akan diinstal di /opt/lampp, maka pada direktori /home/Download ketikkan:

tar -xvfz nama_file_download.tar.gz -C /opt

3. Setelah selesai, masuklah ke : /opt/lampp

4. Ketikkan : ./lampp start, maka Server Apache, PHP dan MySQL anda sudah siap

5. Selesai sudah instalasi.

6. Untuk opsi lain, silakan ketikkan : ./lampp, maka akan muncul option-option diantaranya:

./xampp stop untuk menghentikan semua service

./xampp php5 untuk mengubah ke PHP5

./xampp php4 untuk mengubah ke PHP4

./xampp phpstatus untuk mengetahui PHP yang running PHP4 atau PHP5

./xampp stopmysql untuk menghentikan server MySql saja

./xampp startmysql untuk menstart server MySql

7. Dimana Web Root saya?, root Directory anda berada di : /opt/lampp/htdocs

8. Lakukan pengecekan Server anda seperti di atas (instalasi Windows)

Anda masih belum jelas atau ada pertanyaan, silakan tulis pertanyaan anda di Komentar

Mudah-mudahan bermanfaat.

4/28/2009

Doa untuk Anakku...

Anakku,
Semoga kecintaanku padanya, tak melebihi kecintaanku pada-Mu, ya Allah.
Dengan kecintaan itu pula aku bermohon kepada-Mu ya Allah,
agar Engkau pakaikanlah pada jiwa anakku jubah-jubah
dan pakaian-pakaian dari cahayaMu.
Jadikanlah harta terpendamku adalah keindahanMu yang
memantul dalam rahasia cermin hatinya. Ajarkanlah
kepadanya kebijakan bathin.
Jadikanlah pandangannya semata-mata melihat pada wajah
ilahiyahMu yang berseri-seri.
Berikan kepadanya pengetahuan tentang kebenaran yang tak
tertulis dan tak bersuara, dan jadikanlah lidah bathinnya
terus menerus menyebut namaMu. Letakkanlah dalam
hatinya sebuah rahasia dari rahasiaMu,
yang tak ada yang mengetahuinya melainkan Engkau.
Jadikanlah tempat bersembunyi baginya di bawah kubahMu.
Anugerahkan kepadanya hidung yang mampu mencium wangi kecantikanMu dan mengikutinya. jadikanlah dia penerima pantulan seribu sifatMu.
Genggamlah hati dan jiwanya dalam tanganMu.
Jadikanlah benih di dalam jiwanya ('alam al-anfus) yang di-air-i oleh kebijakanMu.
Jadikanlah kebijakanMu memancar dari hatinya ke lidahnya,
dengan bahasa ruh suci sehingga membuka esensi spiritual yang tersembunyi,
makna bathin melalui refleksi ilham, membuka rahasia alam bathin,
dengan perisai keikhlasan dan kesucian hati.
Masukan dia ke perlindungan dan ke-kariban-anMu,
dan berikanlah padanya rahmat dan hidayah yang belum
pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga,
dan belum pernah terbersit di dalam hati.
Tempatkan dia di tempat yang tidak memiliki akhir dan tak memiliki awal bersamaMu. Walaupun dengan tertatih dan terseok dalam meniti jalan menujuMu.
Agar dia dapat berharap menjadi debu di bawah kakiMu.

Doa untuk anakku (Emha Ainun Najib)

Tuhanku,...

Sebelum anakku sadar akan dirinya

Jadikan antara ia dan musuh-musuhnya dinding yang Kau Jaga

Tetapi sesudahnya, jangan segan kau turunkan ujian

Agar ia gagah dalam melayani kehidupan

Tuhanku

Kokohkan kedua kakinya, yang berdiri di antaranya

Kemerdekaan dan belenggunya

Janganlah Kau manjakan ia,

Janganlah Kau istimewakan kemurahan baginya

Agar ia cepat mengenali dirinya

Dan mengerti bahasa tetangganya.

Hukumlah ia jika meminta kemenangan

Sebab, itu berarti mendoakan kekalahan bagi sesamanya

Tuhanku,

Cambuklah punggungnya, agar tahu bahwa ia butuh kawannya

Untuk melihat punggung yang tampak olehnya

Tuhanku

Semoga atas nama-Mu, ia mampu bergaul dengan-Mu

Amin

Permasalahan Rumah Tangga, Sebuah Kemestian

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Majalah , Vol. II/No. 15/1426 H/2005, Rubrik Mengayuh Biduk, Hal. 60-65.


Beragam persoalan, dari yang ringan hingga yang sifatnya berat, akan selalu mendera setiap rumah tangga. Keluarga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, manusia termulia di muka bumi, juga tak luput dari terpaan ‘badai’ yang menggoncang rumah tangganya. Di sini, jelas dibutuhkan ilmu dalam memecahkan setiap persoalan agar tidak berkembang menjadi prahara yang mengancam keutuhan rumah tangga.

Sedikit sekali rumah tangga yang selamat dari lilitan perselisihan di antara anggotanya, khususnya di antara suami istri. Karena yang namanya berumah tangga, membangun hidup berkeluarga, dalam perjalanannya pasti akan menjumpai berbagai permasalahan, kecil ataupun besar, sedikit ataupun banyak. Permasalahan yang muncul ini dapat memicu perselisihan dalam rumah tangga yang bisa jadi berujung dengan pertengkaran, kemarahan dan keributan yang tiada bertepi, atau berakhir dengan damai, saling mengerti dan saling memaafkan.

Sampai pun rumah tangga orang-orang yang memiliki keutamaan dalam agama ini, juga tidak lepas dari masalah, perselisihan, pertengkaran, dan kemarahan. Namun berbeda dengan orang-orang yang tidak mengerti agama, orang yang memiliki keutamaan dalam agama tidak membiarkan setan menyetir hingga menjerumuskannya kepada apa yang disenangi oleh setan. Bahkan mereka berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari makar setan, berusaha memperbaiki perkara mereka, menyatukan kembali kebersamaan mereka dan menyelesaikan perselisihan di antara mereka.

Rumah tangga yang mulia lagi penuh barakah, yang dibangun oleh seorang hamba termulia, kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala, Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, juga tak lepas dari kerikil-kerikil yang menyandung perjalanannya, sampai beliau pernah bersumpah untuk tidak mendatangi istri-istri beliau selama sebulan karena marah kepada mereka. Berikut ini petikan kisahnya:

Abdullah bin ‘Abbas Radhiallahu ‘anhuma bertutur: “Aku sangat ingin bertanya kepada ‘Umar ibnul Khaththab tentang siapa yang dimaksud dua wanita dari kalangan istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala nyatakan dalam firman-Nya:

“Jika kalian berdua bertaubat kepada Allah, maka sungguh hati kalian berdua telah condong untuk menerima kebenaran. Dan jika kalian berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan begitu pula Jibril dan orang-orang mukmin yang baik. Dan selain dari itu, malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.” (At-Tahrim: 4)

Namun aku tidak sanggup melontarkan pertanyaan karena segan terhadapnya hingga akhirnya ‘Umar berhaji dan aku pun berhaji bersamanya. Dalam perjalanan, ‘Umar berbelok menuju suatu tempat untuk buang hajat. Aku pun mengikutinya dengan membawakan bejana kecil dari kulit yang berisi air. Seusai buang hajat, aku menuangkan air di atas dua telapak tangannya, lalu ia pun berwudhu. Kemudian aku berjalan bersamanya dan kesempatan itu kugunakan untuk bertanya: “Wahai Amirul Mukminin, siapakah dua wanita dari istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala nyatakan dalam firman-Nya:
“Jika kalian berdua bertaubat kepada Allah, maka sungguh hati kalian berdua telah condong untuk menerima kebenaran.” (At-Tahrim: 4)

“Alangkah anehnya engkau ini, wahai Ibnu ‘Abbas!1 Keduanya adalah ‘Aisyah dan Hafshah,” jawab ‘Umar.
Ibnu ‘Abbas berkata: “Demi Allah, sejak setahun lalu aku ingin bertanya kepadamu tentang hal ini namun aku tidak sanggup menanyakannya karena segan terhadapmu.”

“Jangan berbuat demikian. Apa yang engkau yakini aku memiliki ilmu tentangnya maka tanyakanlah. Bila memang aku mengetahuinya, aku akan beritakan kepadamu,” kata ‘Umar.

‘Umar pun menceritakan kejadian yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut. “Aku dan tetanggaku dari kalangan Anshar berada di tempat Bani Umayyah bin Zaid, mereka termasuk penduduk daerah yang dekat dengan kota Madinah. Kami bergantian menghadiri majelis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sehari giliranku, hari berikut gilirannya. Bila tiba giliranku, akupun mendatangi tetanggaku tersebut untuk menceritakan berita yang kudapat pada hari itu berupa wahyu atau yang lainnya. Bila tiba gilirannya, ia pun melakukan hal yang sama. Dan kami orang-orang Quraisy menguasai istri-istri kami dan dahulu kami tidak pernah menyertakan mereka dalam urusan kami. Ketika kami datang (ke Madinah) dan tinggal di kalangan orang-orang Anshar, kami dapatkan mereka itu dikalahkan istri-istri mereka. Maka mulailah istri-istri kami mengambil adab wanita-wanita Anshar. Suatu hari aku menghardik istriku dan bersuara keras padanya, ia pun menjawab dan mendebatku. Ia juga ikut-ikutan dalam urusanku dengan mengatakan: “Seandainya engkau melakukan ini dan itu.” Maka aku mengingkari perbuatannya yang demikian.

1 ‘Umar heran dengan Ibnu ‘Abbas, kenapa hal yang ditanyakannya itu belum diketahuinya, padahal ia begitu terkenal dengan pengetahuannya dalam tafsir dan terdepan dalam ilmu dibanding yang lainnya. Atau ‘Umar heran dengan semangat Ibnu ‘Abbas untuk mengetahui cabang-cabang ilmu tafsir sampaipun pengetahuan tentang mubham (Fathul Bari, 9/338). Pengertian mubham sendiri adalah orang yang tidak disebutkan namanya. orang Anshar, kami dapatkan mereka itu dikalahkan istri-istri mereka. Maka mulailah istri-istri kami mengambil adab wanita-wanita Anshar. Suatu hari aku menghardik istriku dan bersuara keras padanya, ia pun menjawab dan mendebatku. Ia juga ikut-ikutan dalam urusanku dengan mengatakan: “Seandainya engkau melakukan ini dan itu.” Maka aku mengingkari perbuatannya yang demikian.

“Mengapa engkau mengingkari apa yang kulakukan, sementara demi Allah, istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sendiri mendebat beliau, sampai-sampai salah seorang dari mereka memboikot beliau dari siang sampai malam,” kata istriku.

Berita itu mengejutkan aku, “Sungguh merugi orang yang melakukan hal itu dari kalangan mereka,” kataku kepada istriku. Lalu kukenakan pakaian lengkapku dan turun menemui Hafshah, putriku.

“Wahai Hafshah, apakah benar salah seorang kalian ada yang marah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari siang sampai malam?” tanyaku.

“Iya,” jawab Hafshah.

“Sungguh merugi yang melakukan hal itu,” tanggapku, “Apakah kalian merasa aman dari kemurkaan Allah karena kemarahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, hingga engkau pun binasa? Jangan engkau banyak menuntut kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, jangan engkau mendebat beliau dalam sesuatu pun dan jangan memboikotnya. Minta saja kepadaku apa yang ingin kamu minta dan jangan menipumu dengan keberadaan madumu yang lebih cantik darimu dan lebih dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.” Yang dimaksud adalah ‘Aisyah.

‘Umar melanjutkan ceritanya: “Telah menjadi perbincangan di antara kami bahwa Ghassan memakaikan ladam pada kuda-kudanya sebagai persiapan untuk memerangi kami. Suatu ketika turunlah temanku Al-Anshari itu pada hari gilirannya menuju ke majelis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Di waktu Isya ia kembali kepada kami lalu mengetuk pintuku dengan keras seraya berkata: “Apakah ‘Umar ada di dalam?” Aku terhentak dan bergegas keluar menemuinya.

“Hari ini sungguh telah terjadi perkara yang besar,” katanya.

“Apa itu? Apakah Ghassan telah datang?” tanyaku.

“Bukan, bahkan lebih besar dan lebih menghebohkan daripada itu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menceraikan istri-istrinya,” katanya.

“Betapa meruginya diri Hafshah, sungguh sebelumnya aku telah menduga hal ini akan terjadi,” kataku.

Aku pun mengenakan pakaian lengkapku. Pagi harinya aku menunaikan shalat subuh bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Setelahnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam masuk ke masyrubah2 beliau dan menyendiri di dalamnya. Aku masuk ke rumah Hafshah, ternyata ia sedang menangis, “Apa yang membuatmu menangis?” tanyaku. “Bukankah aku telah memperingatkanmu akan hal ini, apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menceraikan kalian?”

“Aku tidak tahu, di sana, di masyrubah beliau memisahkan diri dari kami,” jawab Hafshah.

Aku keluar dari rumah Hafshah dan mendatangi mimbar masjid, ternyata di sana ada sekumpulan orang, sebagian mereka sedang menangis. Sejenak aku duduk bersama mereka, kemudian perasaan hatiku menguasaiku hingga aku bangkit dari tempat tersebut menuju masyrubah yang di dalamnya ada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Aku berkata kepada Rabah budak hitam milik Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Minta izinkan ‘Umar untuk masuk menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.” Maka masuklah Rabah lalu berbicara kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, kemudian ia kembali menemuiku seraya berkata: “Aku telah berbicara kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan menyebutkan permintaanmu namun beliau hanya diam.”

Aku pun berlalu dari tempat tersebut hingga akhirnya aku duduk bersama sekumpulan orang yang ada di sisi mimbar, namun kemudian perasaan hatiku menguasaiku hingga aku kembali menuju ke masyrubah tersebut dan kukatakan kepada Rabah, “Mintakan izin bagi ‘Umar untuk masuk.”
Rabah pun masuk lalu kembali menemuiku seraya berkata: “Aku telah menyampaikan permintaanmu namun beliau tetap diam.”
Aku kembali lagi duduk bersama sekumpulan orang di sisi mimbar, namun sekali lagi perasaan hatiku mengalahkanku, hingga aku mendatangi Rabah dan berkata: “Mintakan izin bagi ‘Umar untuk masuk.”

Rabah pun masuk ke dalam masyrubah, kemudian keluar lagi seraya berkata: “Aku telah sebutkan permintaanmu namun beliau diam saja.”

Maka ketika aku berbalik untuk berlalu dari tempat itu, budak tersebut memanggilku, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengizinkanmu,” katanya.

Aku masuk menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, ternyata aku dapati beliau tengah berbaring di atas tikar tipis tanpa dialasi kasur sehingga tampak bekas-bekas kerikil di rusuk beliau, dalam keadaan beliau bertelekan di atas bantal dari kulit yang telah disamak, yang diisi dengan sabut. Aku ucapkan salam kepada beliau, kemudian aku berkata dalam keadaan tetap berdiri; “Wahai Rasulullah, apakah engkau telah menceraikan istri-istrimu?”
Beliau mengangkat pandangannya ke arahku, “Tidak,” jawab beliau
“Allahu Akbar,” seruku.

Kemudian aku berkata untuk menyenangkan hati beliau dalam keadaan aku tetap berdiri, “Wahai Rasulullah, kita dulunya orang-orang Quraisy mengalahkan dan menguasai istri-istri kita. Ketika kita datang ke Madinah ternyata orang-orangnya dikalahkan oleh istri-istri mereka.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tersenyum mendengar penuturanku.

“Wahai Rasulullah, seandainya engkau melihatku masuk menemui Hafshah, kukatakan kepadanya: “Jangan menipumu dengan keberadaan madumu yang lebih cantik darimu dan lebih dicintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam -yakni ‘Aisyah,” lanjutku. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tersenyum lagi. Maka ketika melihat beliau telah tersenyum, aku pun duduk. Aku memandang isi masyrubah beliau, maka demi Allah tidak ada sesuatu pun di tempat itu kecuali tiga kulit yang belum disamak.

“Wahai Rasulullah, mohon berdoalah engkau kepada Allah agar memberikan keluasan dan kelapangan bagi umatmu, karena Persia dan Romawi telah dilapangkan dunia mereka dan mereka diberi kenikmatan dunia padahal mereka tidak beribadah kepada Allah,” kataku.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam duduk setelah sebelumnya beliau bertelekan di atas bantal seraya berkata: “Apakah engkau ragu, wahai Ibnul Khaththab, bahwa kelapangan di akhirat lebih baik daripada kelapangan di dunia? Mereka itu adalah orang-orang yang disegerakan kebaikan/ kesenangan mereka dalam kehidupan dunia ini.”

“Wahai Rasulullah, mintakanlah ampun untukku,” kataku.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memisahkan diri dari istri-istri beliau selama 29 malam dikarenakan rahasia beliau yang disebarkan oleh Hafshah kepada ‘Aisyah3, beliau menyatakan: “Aku tidak akan masuk menemui mereka selama sebulan.” Beliau sangat marah terhadap mereka karena merekalah yang menyebabkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela beliau.

3 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istrinya suatu peristiwa. Maka ketika istrinya itu mengabarkan rahasia tersebut (kepada istri yang lain)….” (At-Tahrim: 3)
Mayoritas ahli tafsir berkata bahwa istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang dimaksud dalam ayat adalah Hafshah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah menyampaikan satu rahasia kepadanya dan memintanya agar tidak memberitahukan kepada seorang pun. Ternyata Hafshah menceritakan rahasia tersebut kepada Aisyah Radhiallahu ‘anha. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 873)

4 Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela Khalil-Nya yang mulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika beliau mengharamkan dirinya untuk menyentuh budak wanitanya bernama Mariyah atau ketika beliau mengharamkan dirinya minum madu, karena memperhatikan perasaan sebagian istrinya, sebagaimana kisahnya ma’ruf (dalam kitab-kitab tafsir dan selainnya, pen). Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat-Nya:


“Wahai Nabi, mengapa engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan bagiku karena engkau ingin mencari keridhaan istri-istrimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sungguh Allah telah mewajibkan kalian untuk membebaskan diri dari sumpah kalian….” (At-Tahrim: 1)

‘Umar berkata: “Wahai Rasulullah, apa yang menyusahkanmu dari perkara wanita? Bila engkau menceraikan mereka, maka sungguh Allah bersamamu, para malaikatnya, Jibril dan Mikail. Aku, Abu Bakar dan kaum mukminin pun bersamamu.”

Ketika telah lewat waktu 29 malam, beliau pertama kali masuk menemui ‘Aisyah. “Wahai Rasulullah, bukankah engkau telah bersumpah untuk tidak masuk menemui kami selama sebulan, sementara waktu yang kuhitung baru berjalan 29 malam,” tanya ‘Aisyah mengingatkan beliau.

“Bulan ini lamanya 29 malam,” jawab beliau.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat takhyir5, ‘Aisyah-lah yang paling pertama dari istri beliau yang beliau tawarkan pilihan maka ‘Aisyah memilih tetap bersama beliau. Setelahnya beliau pun memberikan pilihan kepada istri-istri beliau yang lain maka mereka semuanya mengucapkan seperti yang diucapkan ‘Aisyah (semuanya memilih tetap bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam).” (HR. Al-Bukhari no. 4913, 5191 dan Muslim no. 1479)

Pertikaian pun pernah terjadi dalam rumah tangga putri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Fathimah Az-Zahra Radhiallahu ‘anha, seorang yang dikabarkan sebagai tokoh wanita ahlul jannah. Rumah tangga Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu, seorang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya.6 Ali pernah marahan dengan istrinya dan setelahnya ia keluar dari rumah menuju masjid dan tidur di sana.

Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi Radhiallahu ‘anhu berkata: “Nama yang paling disukai oleh Ali Radhiallahu ‘anhu adalah Abu Turab. Dia senang sekali bila dipanggil dengan nama yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam itu. Suatu hari Ali marah kepada Fathimah, maka ia pun keluar dari rumah menuju masjid dan berbaring di sana. Bertepatan dengan kejadian tersebut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam datang ke rumah putrinya, Fathimah, namun beliau tidak mendapatkan Ali di rumah.

5 Yaitu ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Jika Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Rabbnya akan menggantikan untuknya istri-istri yang lebih baik daripada kalian… (At-Tahrim: 5)
Yakni janganlah kalian mengangkat diri kalian di hadapan beliau, karena jika beliau menceraikan kalian tidaklah berat/ sempit perkaranya bagi beliau dan tidaklah beliau dipaksa untuk terus bersama kalian. Bahkan beliau akan dapatkan pengganti kalian dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kepada beliau istri-istri yang lebih baik daripada kalian, baik dalam hal agama maupun dalam keelokan paras. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 873)

6 Sebagaimana diberitakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam peristiwa perang Khaibar:
“Aku sungguh akan memberikan bendera ini besok kepada seseorang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya -atau beliau mengatakan: dia mencintai Allah dan Rasul-Nya-. Allah akan membukakan kemenangan melalui kedua tangannya…..” (HR. Al-Bukhari no. 3702 dan Muslim no. 2407). Dalam riwayat Muslim (no. 2404) disebutkan: …seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya….” Dan ternyata keesokan harinya Ali-lah yang diserahi bendera tersebut.



“Di mana anak pamanmu itu?” tanya beliau.
“Telah terjadi sesuatu antara aku dengan dia, dia pun marah padaku lalu keluar dari rumah. Dia tidak tidur siang di sisiku,” jawab Fathimah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata kepada seseorang: “Lihatlah (cari) di mana Ali.”

Orang yang disuruh itupun datang dan memberi kabar: “Wahai Rasulullah! Dia ada di masjid sedang tidur.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mendatangi Ali yang ketika itu sedang berbaring. Beliau dapatkan rida`-nya telah jatuh dari punggungnya sehingga pasir mengenai punggungnya. Mulailah beliau mengusap pasir tersebut dari punggung Ali seraya berkata: “Duduklah, wahai Abu Turab. Duduklah wahai Abu Turab!” (HR. Al-Bukhari no. 3703 dan Muslim no. 2409)

Demikian perselisihan yang pernah terjadi dalam rumah tangga orang-orang yang mulia, sengaja kami paparkan dengan tujuan agar mereka yang akan membangun mahligai rumah tangga atau telah menjalaninya, menyadari bahwa tidak ada rumah tangga yang lepas dari problema sehingga mereka bersiap-siap dan tidak kaget ketika problem itu datang menghadang. Dan agar mereka tidak terlalu muluk-muluk dalam angan-angan mereka tentang kehidupan berumah tangga7, selalu indah bak bunga-bunga di taman yang bermekaran dengan beragam warna, menampakkan keindahan yang mempesona dan menebarkan aroma yang harum semerbak!!! Rumah tangga tanpa masalah, tanpa problema, tanpa ganjalan, tanpa pertikaian, selalu sejalan, seia sekata, sepakat tanpa pernah ada perbedaan!!! Padahal bayangan ini sesuatu yang teramat langka untuk didapatkan pada sebuah rumah tangga di dunia… Sesuatu yang bisa dikatakan mustahil untuk sebuah akad yang dijalin dengan seorang anak Adam yang senantiasa punya salah, sebagaimana kata Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Setiap anak Adam itu banyak bersalah. Dan sebaik-baik orang yang banyak bersalah adalah orang-orang yang mau bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2616. Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihul Jami’ no. 4514 mengatakan: “(Hadits ini) hasan.”)

Masalah mesti akan dijumpai antara suami istri. Dan ketika masalah itu bergulir di antara keduanya semestinya keduanya berusaha mencari jalan penyelesaian, memperbaiki keadaan, dan menutup pintu rapat-rapat (dari campur tangan orang yang tidak berkepentingan). Bila seorang suami marah atau seorang istri sedang emosi, hendaklah keduanya berlindung kepada Allah ’Azza wa Jalla dari gangguan setan yang terkutuk, lalu bangkit berwudhu dan shalat dua rakaat. Bila salah satu dari keduanya (yang sedang marah, terbawa emosi) dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, bila sedang duduk maka hendaklah ia berbaring. Atau salah seorang dari keduanya menghadap pasangannya, memeluknya dan meminta maaf bila memang ia bersalah melanggar hak pasangannya, dan yang dimintai maaf hendaklah lapang dada dengan memberi maaf karena mengharapkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Fiqhut Ta’ammul Bainaz Zaujain, hal. 37)

7 Yang akhirnya berujung dengan kekecewaan

Tidak sepantasnya ketika ada masalah dengan suami, seorang istri ngambek minta pulang ke rumah orang tuanya. Atau yang lebih parah lagi si istri minggat dari rumahnya, tanpa izin suami tentunya. Padahal di antara hak suami yang harus ditunaikan istri, si istri tidak boleh keluar dari rumah suaminya kecuali dengan izinnya8.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata: “Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suami dan tidak halal bagi seorang pun mengambil istri seseorang dan menahannya dari suaminya, sama saja baik karena si istri tersebut seorang perawat, atau seorang bidan atau profesi lainnya. Bila istri tersebut keluar dari rumah suami tanpa izinnya, maka ia telah berbuat nusyuz9, bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia pantas mendapatkan hukuman.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32/281)

Dengan demikian, bila ada permasalahan rumah tangga, seharusnya suami dan istri berusaha menyelesaikannya berdua bila memang masalahnya bisa diselesaikan berdua. Ibaratnya “tutup pintu rapat-rapat” dari masuknya pihak ketiga dan jangan sampai orang lain tahu masalah tersebut. Jangan tergesa-gesa melibatkan pihak luar, orang tua misalnya, karena dapat memperkeruh suasana, bukan memperbaiki keadaan. Melibatkan orang tua, apatah lagi orang tua yang masih awam, tidak memiliki pandangan dalam agama, belum tentu menyelesaikan masalah, malah bisa menambah panas dan keruhnya permasalahan. Terkecuali orang tua itu seorang yang arif, paham agama dan pandangannya lurus, barulah memungkinkan masalah yang ada diangkat padanya bila memang sepasang suami istri tidak bisa lagi menyelesaikannya berdua.

Sebagai akhir, hendaklah sepasang suami istri selalu bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh keadaan mereka, di mana pun mereka berada10 dan hendaklah keduanya melazimi (selalu) ketaatan kepada-Nya. Ketahuilah, dengan takwa segala masalah akan mendapatkan pemecahannya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Benar janji-Nya telah berfirman dalam Tanzil-Nya:

8 Al-Imam Al-Bukhari Rahimahullah membuat satu bab dalam kitab Shahih-nya dengan judul: Isti‘dzanul Mar‘atu Zaujaha fil Khuruj ilal Masjid wa Ghairi (Permintaan izin istri kepada suaminya untuk keluar menuju masjid atau yang selainnya). Kemudian beliau Rahimahullah membawakan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Apabila istri minta izin kepada salah seorang dari kalian untuk keluar menuju masjid, maka janganlah ia mencegahnya.” (Hadits no. 5238)

9 Lihat pembahasan nusyuz dalam Syariah Vol. I/No. 04/Juli 2003/Jumadil Ula 1424 H, hal. 58-60

10 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berpesan:


“Bertakwalah engkau kepada Allah di mana pun engkau berada.” (HR. At-Tirmidzi, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/1618, dan Al-Misykat no. 5083)

“Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya.” (Ath-Thalaq: 2)

Dan firman-Nya:
“Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq: 4)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

4/24/2009

Mencuri Shalat

''Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri
dari shalatnya. Para sahabat nabi bertanya, 'Wahai
Rasulullah, bagaimana ia mencuri dari shalatnya?'
Beliau menjawab, [Ia] tidak menyempurnakan ruku dan
sujudnya.'' (HR Ahmad).

Suatu hari, seusai shalat berjamaah, Rasulullah
duduk bersama para sahabatnya di salah satu sudut
masjid. Tiba-tiba datang seorang laki-laki ke sebuah
sudut lain dan langsung mengerjakan shalat
sendirian. Dalam shalatnya orang itu ruku dan sujud
dengan cara mematuk (sebentar-sebentar) karena
terburu-buru.

Melihat hal itu, kemudian Rasulullah berkata kepada
para sahabatnya, ''Apakah kalian menyaksikan orang
ini? Barang siapa meninggal dalam keadaan
[shalatnya] seperti ini, maka ia meninggal di luar
agama Muhammad.''

Nabi Saw kemudian meng-qiyas-kan (memperumpamakan)
orang itu seperti burung gagak yang sedang mematuk
darah dan seperti orang lapar yang hanya makan
sebutir atau dua butir kurma. ''Bagaimana ia bisa
kenyang?'' tanya beliau.

Sikap terburu-buru dalam shalat, hingga merusak
gerakan dan makna shalat, menurut Muhammad Shalih
Al-Munajim termasuk perbuatan dosa. Hal itu sama
saja dengan memusnahkan thuma'ninah 'tenang/diam
sejenak' yang merupakan salah satu rukun shalat.
Padahal, tidak ada shalat tanpa melengkapi
rukun-rukunnya.

Jadi, dengan tidak dipenuhinya thuma'ninah, shalat
bukan sekadar tidak sah, tetapi shalat itu dianggap
tidak ada. Allah bahkan mengancam orang-orang yang
shalatnya seperti itu dengan kutukan bahwa mereka
akan celaka. Pasalnya, dengan meninggalkan hal
tersebut (thuma'ninah), mereka sudah lalai dalam
shalat (QS Al-Ma'un: 4).

Mengapa Allah dan nabi saw sedemikian mencela dan
mengancam perbuatan itu, sampai disamakan dengan
mencuri? Sebab, shalat adalah hubungan batin antara
hamba dan Allah yang sangat sakral. Hubungan khusus
itu mengandung makna penghambaan dan penghormatan
kepada Sang Pemilik Kehidupan, Allah yang mahaagung.

Membuang thuma'ninah merupakan bukti bahwa orang
yang melakukan shalat itu tidak sungguh-sungguh
dalam melakukan penghormatan terhadap Tuhan, bahkan
hal itu juga termasuk penghinaan.
Dalam hubungan antarsesama manusia saja terdapat
hukum sopan santun, terutama terhadap yang lebih
tinggi kemuliaannya, apalagi terhadap Tuhan yang
telah memberikan kepada manusia segala kenikmatan.

4/06/2009

Menghitung Biaya Desain-2

Untuk metode ke 2, lebih menerapkan perhitungan bisnis, dan sangat personal, karena bisa terselip target2 pribadi di sini.

Komponen terpenting dalam penghitungan biaya jasa desain metode 2
  1. Indeks / standar harga per jam kerja.
  2. Tahapan kerja dan proses kreatif.
  3. ROI (Return of Investment), balik modal.
Ini kisah tentang si Ahmad, sekali lagi gw gak bermaksud nyindir2 member milis. Ahmad selepas D3 desain grafis dapet panggilan kerja untuk ngedesain di Irian Jaya, di puncak gunung dengan fasilitas internet yang ngebut banget karena pake satelit. Ahmad lagi video chat sama bokapnya. Gini ceritanya:

Ahmad bilang ke bokapnya kalo dia mau balik aja ke Jakarta biar deket sama bininya sekaligus deket sama sumber perputaran uang. Ahmad lagi nego supaya dapet hibah duit untuk memulai usaha desain grafis. Ini yang diajukan Ahmad:
  1. 1Unit PC dual core, RAM 2 Gb, 21" LCD widescreen: Rp. 8jt.
  2. 1 Unit PC PIII seken untuk administrasi, Rp. 2jt.
  3. 1 Unit macbook buat presentasi (biar gengsi) Rp. 10jt
  4. Printer warna plus laserjet, Rp. 2jt
  5. Scanner, Rp. 1,2jt
  6. Seperangkat meja kursi Rp. 3jt

    Total Rp. 26,2jt

"Gak mahal kok Pa, cuma 30jt. Mana ada usaha jaman sekarang cuma modal 30jt" kata Ahmad.
"Enak aje lu,..emang usaha cukup segitu doang kebutuhannya? Lu mau kerja di mana? Gw gak mau lu kerja dirumah ntar lu nebeng listrik ama telpon, gw juga yang bayar!"
Galak banget emang si Papanya Ahmad.," Hitung lagi!"


Ahmad berhitung lagi:

  1. Kontrak rumah buat kerja: Rp. 2,5jt sebulan, kali2 gak ada order selama 3 bulan, Ahmad ngajuin 3x2,5jt, =Rp. 7,5jt.
  2. Takut kewalahan harus kerja sendiri, takut juga gak bisa cari order banyak, Ahmad nambahin biaya staf admin, sekaligus tukang ketik, jualan, jaga kantor, bikinin kopi. Gaji 1,5jt kayaknya cukup. 3bulan x 1,5jt = Rp. 4,5jt.
  3. Berhubung si Papa perhitungan, biaya bensin mobil sama motor buat operasional mesti diitung juga: kira2 buat 3 bulan Rp. 5jt.
  4. Biaya listrik, biaya internet, uang saku,...di sini Ahmad mulai pusing dan ragu, apakah Papanyamau ngasih duit, karena setelah dihitung2 bagian ini hampir 10 juta sendiri.
  5. Ahmad mulai mikir2 mesti cari staf yang sehat, gak perokok, gak maen cewek / cowok, alim, rajin gak suka ngebut, soalnya Ahmad takut, kalo stafnya sakit n kenapa2, mesti bantu duit juga. Sekali lagi Ahmad mikir, mending jadi pegawai aja kali,...aduh.

"BUZZ" Papanya Ahmad ngebuzz,..heh, masih di situ gak? Berapa totalnya..?"
Total: 26,2 + 27 = Rp. 53.2 jt.


"60 juta, Pa," Kata Ahmad.
"Biaya kuliah udah lu itung blom"
"Wah, masa diitung sih Pa...?"
"Iya dong,..lu pikir itu bukan duit? Lu itung biaya kuliah, plus biaya2 kursus yang lu ikutin. Sapa suruh kuliah di UDH Karangwaci, pake kursus segala di RG!"


Aduh, pusing gak tuh,..biaya kuliah hampir 200jutaan termasuk uang pangkal.
Jadi total Rp. 260jt.

"Gini, Papa pinjemin 70jt, hitung sama kuliah, trus tentuin lu mau balik modal kapan?" Astaga, si Papa itung2an bisnis sama anaknya.

Alot juga,..akhirnya sepakat balik modal (ROI) dalam 3 tahun.

Sekarang kita hitung indeks jam kerja si Ahmad:
Investasi: Rp. 260 jt.
260jt : 3th : 12 bulan : 22 hari kerja : 8 jam = Rp. 41.000,- /jam.

Ahmad dapet proyek flyer juga
Rupanya Ahmad juga dipanggil buat ngerjain flyer yang sama dengan Indra (lihat artikel bagian 1) Ck..ck..flyer aja dipitching..! Ahmad juga punya tahapan kerja yang sama dengan Indra, jadi harga yang diajukan adalah:

70 jam x Rp. 41.000 = Rp. 2.870.000,-

4/05/2009

Menghitung Biaya Desain-1

Miliser,

Gw coba merinci cara perhitungan harga desain. Cara ini bisa dipakai untuk menghitung semua jasa desainer, baik sekedar retouching foto, publishing item sampe ke corporate identity.

Komponen terpenting dalam penghitungan biaya jasa desain:

  1. Indeks / standar harga per jam kerja.
  2. Tahapan kerja dan proses kreatif.

Berdasarkan indeks / standar harga per jam kerja
Si Indra,..(bukan Indra Widjono) baru aja lulus Fakultas Desain di Jakarta. Indra sedang melamar kerja dan mengetahui bahwa rata-rata gaji seorang desainer baru lulus adalah antara Rp. 1,2 hingga 2jt. Berapa index per jam kerja Indra?

Kita anggap Indra berangan-angan bergaji 2jt sebulan:

  • Jam kerja: 8 jam perhari (minus istirahat)
  • Jumlah hari kerja sebulan: 22 hari.
  • Jadi index per jam kerja Indra: Rp. 2.000.000 : 8 : 22 = Rp. 11.363,-
  • Kita bulatkan aja biar gampang: Rp. 12.000,-
  • (btw,..kalo lu gak suka matematika, sebaiknya jangan coba-coba jadi desainer pro.!)
  • Kita tetapkan indeks per jam kerja Indra adalah Rp. 12.000,-


Contoh Kasus

Suatu ketika Indra dapet order bikin flyer, wah 1st customer, harus dipuasin banget nih, soalnya ngarepin ordernya bakalan kontinyu..(harapan semua desainer pro,..ha..ha..) Oh ya, pro di sini bukan berarti jago ya, tapi kerja ngedesain buat cari duit.

Si klien mulai ngejelasin konten flyernya:

  1. Ada logo, tapi harus diredraw dulu (nge-path bo').
  2. Tulungin yak, cariin foto buat bekgron
  3. Oh iya, teksnya ada nih di ms. word tapi blom lengkap, nih saya kasih printnya.
  4. Nah gini mas, bos saya maunya kamu kasih beberapa alternatif, yah biar seneng aja bos saya, nanti kerjaannya kontinyu lho, kita juga mau bikin bla.bla..bla..(sebagai desainer, lu seneng gak denger kayak beginian,..gw sih udah kebal dah,..keseringan klien ngomong gini..sebenernya sih minta diservice dan diskon aja,...tapi ada kok yg beneran kontinyu, saya gak nyindir Mbak Kitty lho,..he..he..)
  5. Oh ya mas Indra,..bos saya tuh gaptek gak bisa buka imel, jadi nanti desainnya di print aja, anter aja ke kantor ya,..saya tunggu lho.

Pertanyaan, berapa harga desain yang harus diajukan?

Gini cara menghitungnya:
Tahap I: Rencana kerja dan proses kreatif:

  1. Redraw logo: 3 jam
  2. Browsing cari bekgron: 3 jam
  3. Ngetik teks: 1 jam (padahal sih cuma 15 menit)
  4. Mikirin konsep: 4 jam
  5. Bikin sketsa desain: 4 jam
  6. Mulai ngelayout: 1 alternatif 4 jam, 3 alternatif berarti 12 jam
  7. Ngeprint kalo gak ada eror: 1 jam
  8. Abis diprint merasa gak sreg, bikin revisi dulu: 2 jam
  9. Ngeprint lagi dan nempelin ke karton hitam biar keren
    kalo diprensentasi-in: 2 jam
  10. Lama perjalanan ke klien: 2 jam pp

Total jam kerja Tahap 1, Pengajuan Desain: 34 jam

Eit, blom selesai nih,..ada lagi, kalo ada revisi:

2. Tahapan revisi

  1. Desain terpilih ada 2, minta dikombinasi: 6 jam.
  2. Ngeprint lagi: 2 jam
  3. Balik lagi ke klien: 2 jam
  4. TOTAL 1 kali revisi: 10 jam. Berapa kali kemungkinan revisi?
    Misalnya 3 kali: Total 30 jam.

Total tahap 2, Revisi: 30 jam

Eiiitt,..masih ada lagi: Nyiapin data separasi / FA

3. Tahapan penyiapan data FA / separasi

  1. Cek warna desain yang sudah dipilih: 1 jam
  2. Cek kualitas foto2 yang digunakan: 1 jam
  3. Proses postcript file: 1/2 jam
  4. Proses ke PDF high quality: 1/2 jam
  5. Burning ke CD: 1/2 jam
  6. Final print: 1/2 jam
  7. Anter lagi ke klien: 2 jam

Tahap 3, Pra-Cetak: 6 jam.
(Nah,..lu pikir gampang jadi desainer pro..? Ha..ha..)


JADI TOTAL JAM KERJA ADALAH: 70 jam,
dikalikan indeks per jam kerja Indra: Rp. 12.000,- = Rp. 840.000,-



Pantes kan? Itu METODE 1 menghitung harga untuk pengajuan desain 3 alternatif sudah termasuk data FA / Separasi.

3/17/2009

Kecelakaan Laptop

Minggu ini sepertinya hari yang membingungkan buat ibu n ayah..tiba2 serasa mimpi laptop vaio yang dipinjam dari kantor ibu ...suddenly crash pada layar monitornya..adududuuduud...ayah sampe blg.."bu..niy mimpi yaaaa..."..sayangnya ini beneraaann...hiksss...semalaman kita gak bisa tidur...OMG..hrs ngomong apa niy di ktr..jujur ato boong..pilihan yg sulit bgt khaaann..kl jujur konsekuensi nya kayanya berat bgt tuh...kl boong..wow..menggoda bgt buat itu..tp kl akhirnya ketauan jg gmn tuuuchh...bakal jd bahan gosippp ...huuuuhhhhu

Senin pagi ..di kereta ayah ud wanti2...yowes..ibu ngomongin yg sebenernya...jujur lbh baik..apa konsekuensi nya pasti bs diomongin...trus ngomong nya mesti jelas..n mang ngaku salah...deggg..ngedengernya ajah ud bikin nervous...

nyampe ktr...dgn nguat2in diri..ibu ngadep ke kadiv nya bag umum...berusaha pasang muka memelas..blg..ibu..saya ud bikin kelalaian..tiba2 laptop yg saya pinjem monitor nya crash..saya gak ngerti knp...dug dug dug..jantung kayanya mo lompat deh sambi ngomong kaya gitu...trus si bu kadiv nya nanya..mana laptop nya...yaud..ibu bawa donk ke dia..ibu buka laptop..kasi liat...n..dia aga2 bingung...gitu...trus nanya gmn kronologinya...trus dia panggil lah staf perlengkapan n nanya niy laptop msh ada garansi ga....n mrk sibuk diskusi..bla bla bla...wadduuuhh..otak ibu serasa berkabut deh dengerinnya...trussss...jeda beberapa lama...si ibu kadiv blg..ini kayanya parah dehh..kamu bikin berita acara aja..diketahui ma kadiv kamu..trus..nanti apa konsekuensi nya akan kita bicarakan...OMG..jantung ibu kaya mo meledak dehhh...ibu cma bs blg..ok saya akan buat yg diminta..

nyampe meja ibu ...cma bs bengong...td itu suatu kebenaran ato kesalahan yaaahh???..tp yasud deh..ud kepalang maju..pantang mundur..mending jujur drpd boong...di akhirat nanti semua bakal ada pertanggungjawabannya kan..n gak mau donk ibu..gara2 ini..ibu misalnya..malah jd masuk neraka..naujubillahminjalik...
jadilah ibu buat berita acara..trus ngadep Pak D..bos ibu...trus pas diceritain..dia blg..sebenernya km kl jujur malah serba salah n di ktr ini gak punya peraturan ttg tata tertib peminjaman barang..nah looo...pala lsg pusyiiing dengernya...jd shrsnya gmn dooonkk...trus dia blg yaud toh km ud blg..ya hadepin aja...rasa2nya kok bkn kalimat itu yaa..yg pengen ibu denger dr seorang boss....huhuuhuu..abis di tandatangan ma pak bos..tu berita acara ibu taruh di meja nya bu kadiv umum...sampe ttp bingung...napa ya ibu ngalamin yg kaya gini...

temen ibu yg akhirnya ibu ceritain..krn gak nahan pengen curhat..si oom, nikko n echa malah awalnya menyayangkan knp ibu mesti jujur...mrk blg..EGP aja ma inventaris ktr..kan kita pake krn buat kerja..mana tu laptop memang ibu perluiin buat audit ke lapangan...hiks..ibu jd tambah sedihhh..napa yah...td..bos ibu yg blg gt..skrg tmn2 ibu pun blg hal yg sama ..mang siy..banyak yg kita denger2 gosip hal2 yg lbh parah kaya mobil dinas rusak ato laptop ilang..ga ada yg ngaku tuh...but..do did i have a mistake????

sampe hr ini ktr ibu blm ngasi keputusan apa2...tp ibu ma ayah..ud bicarain hal ini ..segala skenario yg mgkn akan terjadi...n yg bikin ibu terharu...ayah blg bahwa apapun yg terjadi.. he will totally support me...thanks ya Allah...ayah n ibu msh kompak dlm hal ini...ibu sangat bangga pada ayah..yg mendukung ibu buat berkata jujur..walo mgkn efeknya akan ga baik..luv u ayah...

you guys...have u ever had like this before...???
share with me yahh...apa yg mesti ibu lakukan jika :
1. ibu hrs mengganti semua biaya kerusakan yg kl di total sekitar 7jt,
2. ato ibu akan bargaining utk mengganti se minimalnya (sesuai dengan gaji yg jg kecilll)..krn di ktr ibu gak ada peraturan utk peminjaman inventaris ktr...
3. ato ibu hrsnya sama sekali gak ganti apapun..krn ini murni kecelakaan kerja...n di ktr gak ada peraturan tentang peminjaman serta peraturan ttg pergantian biaya kerusakan oleh pegawai???


plisss..help ibu yaahh...

9/08/2008

Luv U...


Abrar sayang...
Ibu kangeeeeeeen bgt ..
Do'a in ibu yah..semoga bisa selalu ada untuk mu..ketika km ingin bercerita bahagia...
Do'ain ibu ..selalu ada ketika dirimu sedih..
Do'ain ibu...menjadi ibu yang sangat kau banggakan..
Do'ain ibu...menjadi ibu yang selalu dapat kau handalkan...
Ibu selalu ber do'a semoga engkau menjadi selalu bahagia dalam hidupmu kelak...
Ibu berdo'a semoga sesedih apapun kisahmu...ingatlah untuk berbahagia atas kesedihan itu sendiri...

9/05/2008

Tukarkan SMS Lebaran Dengan Sedekah

Ah ya.. Di sini saya ingin meminta maaf buat teman-teman yang telah susah payah mengirimkan sms ke saya menjelang puasa. Karena saya mungkin tak membalas semua sms yang masuk yang jumlahnya ratusan. Juga buat yang mungkin nanti saat lebaran akan mengirimkan sms ke saya (ini sih ke-geer-an).

Tanpa kirim sms ke sayapun, Insya Allah saya telah menerima tegur sapa indah itu. Dan maaf memaafkan adalah hidangan yang selalu saya sediakan untuk disantap setiap hari oleh siapapun kawan saya.

Saran saya, kurangi jumlah sms yang teman-teman kirimkan - apalagi yang sifatnya basa-basi - dan tukarlah dengan sedekah buat siapapun saudara-saudara kita yang membutuhkan. Atau anak-anak jalanan. Atau mereka yang kesulitan melanjutkan sekolah. Yang jumlahnya tidak hanya ribuan tapi jutaan.

Semoga Allah mengampuni saya, tapi sejujurnya ini yang sedang saya lakukan. Jadi saya sangat memohon keikhlasan teman-teman yang tak saya balas smsnya karena di-switch ke sedekah, semoga jadi amal baik teman-teman semua.

Berapa sms yang Anda kirim saat lebaran? Rata-rata lebih dari 20 kan? Apalagi kalo temannya banyak mungkin bisa melebihi angka 100. Phonebook saya aja terisi 800-an nomer. Jika tiap sms biayanya rata-rata Rp 100,- (Ok, beberapa ada yang 50 atau 25 rupiah baik internal maupun antar operator. Tapi coba cek beneran: rata-ratanya kira-kira segitu deh). Nah, sekarang dikalikan pemakai hp se-Indonesia yang puluhan bahkan ratusan juta. Itu angkanya bisa ratusan milyar bahkan triliunan rupiah. Kumpulan uang receh ini jika ditumpuk bisa membentuk gunung yang bikin koruptor manapun ngiler!

Serius!

Jadi daripada hanya memperkaya operator telekomunikasi yang mayoritas pemegang sahamnya juga tidak memperkaya Indonesia, lebih baik kita berbagi untuk yang lebih membutuhkan. Yang selalu bingung mau sahur pake apa dan buka makan apa. Insya Allah akan lebih berkah.

Kita harus mengikhlaskan sebentar kemungkinan 'perasaan' yang sunyi ketika sms tak berdering di hp kita saat lebaran. Sekaligus juga menolong operator GSM maupun CDMA dari kemungkinan overload sms saat lebaran.

Dengan ajakan ini, saya pasti akan dimusuhi oleh operator telekomunikasi (jika mereka 'menganggap' ajakan ini berbahaya). Dan teman-teman akan menuduh saya sombong seolah tak mau menyambung silaturrahmi. Atau malah menuduh bokek tak punya pulsa. Atau sok peduli. Atau sok sedekah. Whatever.

Tapi biarlah, saya merasa ajakan ini benar. Dan sangat inline dengan spirit Ramadhan yang dalam pemahaman saya berarti menahan diri dari godaan untuk melakukan hal-hal yang remeh temeh untuk bergerak mengerjakan hal-hal yang lebih penting bagi hidup kita yang sementara ini.

Tolong jangan kirim sms ke saya saat lebaran dan kurangi sms basa-basi ketika Idul Fitri tiba. Bersedekahlah. Kita bikin negeri ini sedikit lebih baik dengan langkah kecil ini.

Salam, Arief
www.mybothsides.com

9/04/2008

True story: Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisabeberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya,'berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?'
Wanita itu menjawab: 'Kamu tidak perlu membayar apapun'. 'Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan 'kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :' Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.'

Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Paradokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya.

Mereka akhirnya mengirimnya ke kotabesar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.

Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.. 'Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..' tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: 'Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.'

Sekarang terserah anda,anda dapat mengirimkan pesan cinta ini kepada orang lain, atau abaikannya dan berpura-pura bahwa kisah ini tidak menyentuh hati Anda.--

9/03/2008

Puasa hari pertama di Boston (diceritakan oleh Ulil Abshar Abdalla)

PUASA di Boston tahun ini membawa sebuah kejutan yang tak pernah saya duga dan sekaligus sangat mengharukan.

Beberapa hari sebelum puasa mulai pada Senin lalu 1/9, saya mengirim undangan buka puasa hari pertama untuk merayakan dimulainya bulan Ramadan. Undangan itu saya kirim ke teman-teman dekat saya yang tinggal di apartemen yang sama.


Saya adalah satu-satunya keluarga Indonesia, dan sekaligus satu-satunya keluarga Muslim di apartemen itu. Selebihnya adalah keluarga Kristen dengan pelbagai denominasinya. Sebagian besar yang tinggal di sana adalah keluarga Amerika, tetapi ada juga satu keluarga Korea dan seorang profesor bujangan asal Zimbabwe.

Suasana kekeluargaan di gedung apartemen saya itu sangat kuat sekali. Secara informal, saya kerap "ngobrol" dengan mereka mengenai isu-isu agama. Karena tahu saya seorang Muslim, mereka tertarik belajar pelbagai aspek tentang ajaran Islam dari saya.


Kurt Walker, seorang Amerika kulit putih yang tinggal persis di sampingapartemen saya, tertarik untuk belajar banyak hal mengenai Islam. Dia adalah mahasiswa teologi dan calon pendeta. Beberapa waktu lalu, dia diminta untuk memberikan ceramah dalam sebuah pertemuan tahunan para pendeta di Vermont. Dia diminta untuk berbicara mengenai konsep keadilan dalam Kristen dan Islam. Selama mempersiapkan ceramah itu, dia banyak sekali diskusi dan "ngobrol" dengan saya.

Minat Kurt yang besar pada Islam bermula dari obrolan santai dengan saya. Semester musim semi tahun ini dia mengambil sebuah mata kuliah tentang Islam yang diampu oleh Dr. Fareed Essack, seorang sarjana Muslim yang cukup terkenal dari Afrika Selatan.

Minat Kurt terhadap Islam bukan dilandasi oleh "motif apologetis", yakni mempelajari agama lain untuk mencari kelemahan-kelemahan di sana dan pada gilirannya melakukan "serangan mematikan" atas agama itu seperti selama ini dilakukan oleh kaum apologetis baik di pihak Kristen atau Islam. Dia seorang Kristen yang sangat saleh, tetapi dia dengan sungguh-sungguh ingin belajar mengenai tradisi agama lain dengan simpati yang jujur.

Pada Kurt, saya menemukan teman dialog yang sangat menyenangkan. Saya belajar banyak hal tentang Kristen, terutama mengenai tradisi kaum Kristen puritan di kawasan negara bagian Massachusetts. Saat ngobrol dengan Kurt, kadang-kadang teman-teman lain yang tinggal di gedung sama bergabung.

Saya kirimkan undangan buka puasa hari pertama itu kepada empat teman satu apartemen yang saya anggap paling dekat dengan saya.
Ienas Tsuroiya, isteri saya, dengan penuh semangat menyiapkan masakan untuk buka hari itu. Dia menyiapkan nasi uduk, ayam goreng, kerupuk bawang, sambal terasi, puding, dan sandwich. Makanan yang terakhir ini terpaksi disiapkan oleh isteri saya sebagai semacam "exit plan" kalau-kalau teman-teman bule itu tak menyukai nasi uduk. HARI pertama bulan puasa kali ini mengejutkan karena beberapa jam menjelang "bedug buka" (tentu di Boston tak ada bedug; tetapi bedug selalu hadir secara "mental" dalam benak saya), Kurt memberi tahu saya bahwa dia ikut puasa hari itu. Ha?!

Saya sungguh terperanjat, sebab saya tak pernah berharap dia bertindak hingga "sejauh" itu. Dia bilang, dia ingin menunjukkan solidaritas pada saya sebagai satu-satunya orang Muslim di gedung apartemen itu. Dia juga ingin merasakan bagaimana "penderitaan" seorang yang sedang berpuasa. "I want to know how it feels like to be a Muslim," kata dia.
Ada anekdot kecil yang diceritakan oleh Kurt selama dia puasa pada hari itu. Dia mengatakan dengan terus terang kepada keluarganya bahwa hari ,
itu dia ingin menghormati seorang tetangganya yang Muslim (yakni keluarga saya) dan ikut puasa. Dia juga memberi tahu kedua anak kembarnya yang masih berumur 6 tahun tentang apa itu puasa dan apa maknanya bagi seorang Muslim.

Yang lucu, beberapa kali kedua anaknya itu menggoda dia dengan memamerkan makanan-makanan kesukaannya selama dia berpuasa hari itu. Saya tertawa mendengar anekdot itu. Tahun ini, bulan puasa jatuh di ujung musim panas, sehingga waktu siang lebih panjang ketimbang malam. Waktu Imsak masuk pukul 4:37 am dan Subuh 4:47 am. Sementara itu matahari terbenam pada pukul 7:22 pm. Dengan demikian, total waktu puasa selama satu hari hampir 16 jam, jauh lebih panjang dari waktu puasa di Indonesia.


Dua tahun mendatang, sudah pasti bulan puasa akan jatuh persis di tengah-tengah musim panas, sekitar bulan Juni-Juli. Sebagaimana kita tahu, waktu siang pada musim panas jauh lebih panjang. Pada puncak
musim panas, waktu Subuh masuk kira-kira pukul 3:30 am, dan Maghrib nyaris mendekati pukul 8:30 pm. Bisa dibayangkan betapa beratnya melaksanakan ibadah puasa pada musim panas di negeri-negeri empat musim seperti Amerika.

Teman-teman Amerika terheran-heran bagaimana kami bisa menahan makan dan minum sepanjang itu. Saya bilang pada mereka, dengan latihan sejak kecil, puasa menjadi sama sekali tak berat. Setelah menjajal sendiri puasa selama satu hari, Kurt, teman saya itu, menjadi tahu betapa ritual puasa tak mudah dilaksanakan oleh umat Islam, apalagi di tengah-tengah masyarakat yang sebagian besar bukan Muslim seperti Amerika.

KEKHAWATIRAN isteri saya bahwa jangan-jangan orang bule tak menyukai nasi uduk meleset sama sekali. Seluruh masakan yang dihidangkan oleh Ienas, isteri saya, ludes sama sekali. Saat menyantap nasi uduk, anak perempuan Kurt berkata, "Dad, the rice is yummy, I like it." Tentu isteri saya senang bukan main karena masakannya mendapatkan sambutan positif dari lidah orang bule. Malam itu, isteri saya menyediakan piring yang khas dan sudah tentu jarang dilihat oleh orang Amerika. Yaitu piring rotan dengan alas daun pisang yang dipotong begitu rupa sehingga berbentuk bundar. Sekedar catatan: daun pisang tidak mudah didapat di kota Boston. Di kampong dulu, ibu saya tinggal mengambilnya dari kebun di belakang rumah. Tetapi di Boston, daun pisang adalah benda berharga.


Makan nasi uduk, ayam bakar, sambal terasi dan kerupuk dengan piring rotan beralaskan daun pisang -- tentu ini pengalaman eksotik bagi orang "bule". Malam itu kami menyantap makanan sambil duduk melingkar di sekitar api unggun kecil yang disiapkan oleh isteri Kurt. Karena hari cerah, saya sengaja mengadakan buka puasa di ruang terbuka di hamalam rumput yang ada di depan apartemen.

Seraya menyantap makanan kami berdiskusi tentang apa saja, termasuk tentang "filosofi puasa" sebagaimana dipahami oleh umat Islam. Sekitar pukul 10 malam, kami bubaran dan masuk ke apartemen masing-masing.


Saya menonton pertandingan tennis Piala US Open sebentar, lalu membaca "The Prophet and the Messiah: An Arab Christian's Perpsective on Islam and Christianity" karangan Chawkat Moucarry. Tak berapa lama, saya jatuh tertidur karena kelelahan.

Saya bangun kembali beberapa jam menjelang waktu sahur untuk
melaksanakan salat tarawih. Saya memang orang NU, tetapi selama ini saya selalu salat tarawih versi Muhammadiyah, yaitu sebelas raka'at, bukan dua puluh tiga.

Hari itu sangat mengesankan buat saya, terutama karena simpati teman saya yang beragama Kristen itu. Pelajaran yang saya petik dari sana: membangun jalan dialog dengan agama lain sangat mungkin asal kita mau membuka diri dan tidak mengembangkan mentalitas "serba curiga" pada agama lain.

Ulil Abshar Abdalla

9/02/2008

Kisah Cinta dari Cina

"Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia. Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.



Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya
(hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang
selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama
Xu Chaoqin ....
Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....
Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.
Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan is berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.
Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya."Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akan meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?"
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.
Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus".

Menjadi Suami Pengertian

Publikasi: 04/04/2005 08:42 WIB

eramuslim - Dalam hidup berkeluarga, peluang terjadinya konflik sangat banyak. Dari persoalan-persoalan yang kecil hingga persoalan yang besar bisa menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Pensikapan masing-masing, antara suami dan istri sangat menentukan kualitas hubungan suami dan istri selanjutnya. Sebut saja misalnya ketika seorang istri teledor saat menggoreng tempe. Gorengan tempenya hangus, sebab ia tidak bisa berkonsentrasi pada gorengannya. Telepon berdering keras, anak yang digendong menangis karena ngompol. Ribet, bingung dan stres! Sementara sang suami hanya tidur-tiduran sambil menunggu gorengan tempe tersedia. Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh si suami ketika mengetahui tempe yang dinanti-nantikannya hangus dan tidak bisa dimakan?

Menyikapi kasus tempe hangus seperti itu, setiap suami mungkin akan berlainan sikapnya.

Seorang suami mungkin akan mengatakan, "Kamu gimana sih, masa goreng tempe saja nggak bisa...?! Emang dulu nggak pernah diajarin ibu kamu masak?"

Pedas, ketus dan menusuk! Suami itu marah-marah dan tidak mau tahu apa yang dialami istri. Ia hanya mau tempe kesayangannya tidak hangus dan bisa segera ia makan. Ia tidak mau tahu betapa susah istrinya menggoreng tempe dengan seabrek kesibukan yang harus ia tangani. Kesibukan istri yang 'super heboh' tidak membuatnya ber-empati pada istri tercintanya.

Sebagian suami lain akan bersikap berbeda. Saat mengetahui tempe yang digoreng istrinya hangus, ia mengatakan, "Cara menggoreng tempe itu begini lho... begitu saja tidak bisa." Mulutnya ngedumel sembari mengajari istrinya menggoreng tempe. Sementara istrinya dibiarkan merasa bersalah dengan merasa 'bego' seolah sama sekali tidak bisa menggoreng tempe.

Tentu saja dua model pensikapan suami tersebut menimbulkan dampak yang berbeda pada sikap istri. Sebagian besar istri akan membenci suami-suaminya bila suami berbuat demikian. Mereka akan mengatakan suami mereka adalah suami yang galak, sok tahu, dan hanya mau menang sendiri.

Lain halnya bila seorang suami memiliki sikap yang manis. Meski tempe yang digoreng hangus, ia bisa mendatangi istri dengan lembut seraya berkata, "Kamu sedang letih ya, Mah. Ada yang bisa saya bantu untuk meringankan beban kamu?" Dengan kata-kata menyentuh seperti itu, seorang istri bisa saja langsung menangis saking terharunya. Hatinya yang panas membara seolah diguyur air es yang dingin dari kutub selatan. Byuurrr! Ia merasa suaminya bagaikan sosok lelaki yang penuh pengertian dan penuh perhatian. Bukan kecaman yang ia terima, bukan makian yang ia dapatkan. Namun ia justru mendapatkan perhatian yang luar biasa dari suami tercinta. Hilanglah kepenatan pekerjaan. Hilanglah kegalauan hati dan pikiran. Semuanya sirna hanya karena kata-kata. Tempe yang hangus sudah dilupakan. "Masa bodo dengan tempe hangus." katanya dalam hati.

Inilah yang dibutuhkan dalam menyikapi konflik. Rasa empati dan perhatian yang proporsional merupakan air segar di kala dahaga konflik mulai menggarang. Jadilah suami pengertian agar istri merasa tenang di kala membutuhkan. Sehingga bahtera rumah tangga akan semakin aman berlayar mengarungi dahsyatnya hidup yang penuh ombak dan gelombang.

***
Burhan Sodiq, S.S
Penulis adalah reporter MQ 100,9 FM Solo